Archive for 2011

Lahirnya Generasi Baru di Kasihan

Gedung Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) itu berdiri gagah dan angkuh. Keangkuhan dan kegagahan gedung dengan daya tampung 10 ribu-an lebih pengunjung ini, bisa terlihat sangat jelas pada beberapa batang pilar-pilar raksasa yang menghunjam ke bumi, dengan ketinggian menjulang. Seolah pilar-pilar itu adalah kaki-kaki raksasa yang mengambil sikap seorang pendekar Shaolin dengan formasi pasang kuda-kuda, yang siap mengawal para peserta pengajian (baca: warga MTA) dalam suatu usaha dalam menegakkan dan mengamalkan agama yang sesuai dengan al-qur’an dan As-sunnah.

Peletakan Batu Pertama Gedung Majelis Tafsir Al-Qur'an Cabang Kasihan

Sesaat setelah selesainya peresmian 6 cabang di Sportarium UMY, maka ada suatu kegiatan yang sangat akan dikenang oleh para warga pengajian MTA di Kasihan. Dimana MTA Cabang Kasihan mendapat suatu kehormatan dari Pimpinan MTA Pusat Surakarta, Al-Ustadz Drs. Ahmad Sukina dan Ketua MUI Surakarta, Prof Dr dr Zainal Arifin Adnan SpPD, yang berkenan untuk meletakkan batu pertama sebagai pertanda dimulainya pembangunan dari Gedung Majelis Tafsir Al-Qur'an Cabang Kasihan, Bantul. Kedatangan Al-Ustadz Drs. Ahmad Sukina dan Ketua MUI Surakarta Prof Dr dr Zainal Arifin Adnan SpPD beserta rombongan tersebut tentu saja tidak dilewatkan oleh para warga MTA Cabang Kasihan untuk bersilaturahim dan mendapat pengarahan-pengarahan yang isinya untuk semakin meningkatkan semangat dalam mengkaji dan juga mengamalkan hasil kaji serta semakin giat untuk berdakwah.

MTA : Setahu Saya (Bag 3)



MTA adalah untaian butir-butir tasbih dzikir tablig akbar yang tertib itu adalah komposisi musik intrumentalia, dalam alunan nada tunggal mengagungkan asma Allah, melalui keberasamaan menegakkan dan meluruskan logika aqidah yang benar, ibadah yang lepas dari bid’ah, dan muamalah yang lepas dari sesuatu yang haram, dan diamalkan  dalam kehidupan sehari-hari walau cemooh, ancaman bahkan boikot dari lingkungan bahkan dari keluarga dekatnya.

MTA setahu saya adalah ketika saya kenal dengan seorang bapak muda bernama Isman. Bapak satu anak ini adalah representasi salah satu wujud militansi warga MTA Cabang Kasihan, Bantul. Dari Pak Isman pula saya bisa ikut merasakan ketika mengamalkan hasil kaji yang sesuai dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah menemui badai dan karang besar yang mengakibatkan dirinya harus berhadapan dengan tokoh masyakarat sekitar seperti layaknya seorang terdakwa suatu kasus korupsi.

Perjalanan Sebuah Penggali Ilmu

Adalah seorang pemuda dari tempat yang kumuh, dimana polusi tak ada hentinya terhirup di hidung yang kurang mancung, ketika pemuda itu mengarungi kehidupan menyendiri yang jauh dari sanak keluarganya.

MTA : Setahu Saya (1)

Tulisan ini adalah opini pribadi dari seorang peserta pengajian Majlis Tafsir Al-Qur’an (MTA).

Sore hari saat aku melintas di depan Jl. Garuda di salah satu dusun di pojok  utara Kecamatan Kasihan…
Sesaat terlihat asing bagiku suatu spanduk….
“ MTA ….. opo kuii .. ??