MTA adalah untaian butir-butir tasbih dzikir tablig akbar yang tertib itu adalah komposisi musik intrumentalia, dalam alunan nada tunggal mengagungkan asma Allah, melalui keberasamaan menegakkan dan meluruskan logika aqidah yang benar, ibadah yang lepas dari bid’ah, dan muamalah yang lepas dari sesuatu yang haram, dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari walau cemooh, ancaman bahkan boikot dari lingkungan bahkan dari keluarga dekatnya.
MTA setahu saya adalah ketika saya kenal dengan seorang bapak muda bernama Isman. Bapak satu anak ini adalah representasi salah satu wujud militansi warga MTA Cabang Kasihan, Bantul. Dari Pak Isman pula saya bisa ikut merasakan ketika mengamalkan hasil kaji yang sesuai dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah menemui badai dan karang besar yang mengakibatkan dirinya harus berhadapan dengan tokoh masyakarat sekitar seperti layaknya seorang terdakwa suatu kasus korupsi.
“Poro Sederek, sa’niki putro kulo sampun boten saget nDerek kegiatan koyo umume masyarakat mriki” Monggo poro sederek tokoh masyarakat tanglet piamba bab alasannipun !!!” ungkap ayahanda Pak Isman, dalam suatu pertemuan warga mengadukan Pak Isman kepada tokoh masyarakat serta mengindoktrinasi putra kesayangannya ini, dengan harapan sang putra tidak ngaji lagi di Rukeman.
Setelah melewati cercaan pertanyaan yang bahkan ada sedikit ancaman, dari Sang Hakim Ketua dan 2 Hakim Anggota lainnya, dengan tenang pak Isman menanggapi
“… Kawulo mung mboten nderek ibadah sing kulo dereng ngertos tuntunane, lan kulo mboten ngalarang panjenengan nguri-nguri ibadah utawi kabudayan nenek moyang mugi-mugi poro sederek saget nampi yen kulo mboten nderek .. Saiki yen poro sederek niku sami agamane kaleh kulo, sumonggo kembali ke al-qur’an dan as-sunnah..”
“Koe Ojo ngowah-ngowahi adat kene seng wes ono ket jaman koe during lahir, Is.., ket mbiyen yoo ngene iki adat nang kene“ cletuk seorang peserta pengadilan dengan terdakwa pak Isman. Maka pak Isman dengan bijak mengatakan “ ne adat niku mboten nyalahi agomo seng bener podo kitab suci lan tuntunan rasulullah, kulo mboten ngowah-ngowah adat, kerjo bakti .. kulo nderek … Ronda utawi jogo keamanan kampong kulo mboten nolak, …. Nanging ne adat niku ngrusak aqidah kulo, dengan tegas, kulo mboten gelem ngrusak aqidah kulo “ ….
Sayang sekali saya tidak bisa menggali dan merasakan lebih jauh cerita pak Isman tersebut karena Pengajian pun segera dimulai, namun kisah tersebut saya dapat mengambil pelajaran dan kesimpulan bahwa ketika pak isman telah membuktikan kepada saya suatu kebenaran ayat-ayat bahwasanya
Apabila dikatakan kepada mereka: "Marilah mengikuti apa yang diturunkan Allah dan mengikuti Rasul". Mereka menjawab: "Cukuplah untuk kami apa yang kami dapati bapak-bapak kami mengerjakannya". Dan apakah mereka akan mengikuti juga nenek moyang mereka walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui apa-apa dan tidak (pula) mendapat petunjuk? (Q.S 5 : 104)
Dan juga
Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (terhadap Allah).” (Q.S 6:116)
“Dan janganlah kamu mengikuti sesuatu yang tidak kamu ketahui.
Karena pendengaran, penglihatan, dan hati nurani,
semua itu akan dimintai pertanggungjawaban” (QS-17:36)
Namun, insya allah, dengan keikhlasan dan kemantapan iman yang diberikan, Pak Isman mampu melewati semua tantangan untuk suatu tuntunan yang benar
Bersambung ……

Casinos Near Casinos Near Casinos with Casinos in Las Vegas
This map is a snapshot of casinos 목포 출장샵 with casinos that 동해 출장마사지 are currently in the process of reopening 대구광역 출장마사지 or 창원 출장샵 reopening. The Wynn and Encore 울산광역 출장샵 are recommended